Hari ke-2 Tour De Banyuwangi

Seperti yang di tulis Mohammad sebelumnya,, kami mengajak Nayla si keponakan cantik. Pagi itu dia bangun lebih pagi dari biasanya, ”aku mau mandi te..” ujarnya sesaat setelah membuka mata,, kaget juga liat dia bersemangat sekali. Padahal dia makhluk yang paling sulit bangun apalagi disuruh mandi hahaa… begitulah keponakanku, selalu bersemangat setiapkali hendak berwisata. Ditambah lagi dia telah menemukan kawan2 baru saat berenang kemarin sore.

Setelah sarapan dan berfoto bersama di halaman hotel, kami beserta rombongan beranjak menuju pantai selatan, pantai Rajegwesi. Pantai ini terletak di daerah selatan Banyuwangi. Perlu waktu +/- 3jam dari kota untuk sampai di pantai tersebut. ketika kita melewati daerah perkebunan, Trooper kami menepi mengikuti trooper2 yang ada di depan kami. Ternyata kami diberhentikan disebuah rumah produksi gula jawa. Aroma yang tercium begitu sedap dan khas. Aku jadi ingat nenekku yang dulu juga pembuat gula jawa. Di sana kami bisa melihat proses pembuatan gula dari awal namun tak sampai akhir hehe… karena untuk membuat gula ini memang butuh waktu yang lama. Pertama-tama air bunga kelapa atau nira dipanaskan sampai mengental. Setelah benar2 kental. Cairan dimasukkan kedalam cetakan yang terbuat dari kayu (kalo nenekku dulu pake bathok kelapa). Nah pada proses pengentalan itulah yang memakan waktu cukup lama. Apalagi ini produksi skala besar, jadi nira yang dipanaskan juga tidak dalam jumlah yang sedikit.

image

Pabrik gula jawa telah usai. Ibu2 juga telah memborong gula jawa fresh from the oven. Maka tak ada alasan lagi untuk tidak melanjutkan perjalanan kami. Tujuan pertama kami adalah Green Bay atau Teluk Hijau. Ada dua jalur untuk mencapai Green Bay. Jalur pertama adalah jalur darat, untuk sampai kesana kita harus berjalan kaki  +/- 1jam dengan medan yang cukup curam dan berbatu.

 Jalur kedua yaitu jalur yang kami pilih, menggunakan perahu menyebrangi laut dari pantai rajegwesi. Di pantai ini banyak perahu2 kecil yang disewakan. Harga perperahu pada saat itu adalah Rp.35.000,00 dengan muatan 7-8 orang penumpang. Namun sayang… pada saat itu kami tidak bisa langsung menaiki perahu. Dengan sedikit kecewa kami harus menunggu lama karena semua perahu telah di sewa oleh seseorang yang sangat berperan dalam kemajuan pariwisata di Banyuwangi termasuk Green Bay. Yupp… dialah bapak Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi yang sedang ramai dibicarakan karena prestasi2nya.

image

Setelah di tunggu cukup lama, (sempat ada perselisihan juga, ehmm…mungkin bapaknya capek nunggu lama, jadi ‘mutung’ dan ngajak kami semua untuk tidak usah ke Green Bay) akhirnya bapak bupati datang juga. Dan rombongan kamipun berfoto bersama beliau. Hahaa… bapak Bupatinya diajak narsis. #semoga koran besok ada foto kita 😀

Hurray…. Green Bay i’m coming…

Tapiii…..

Perahunya aman gak ya?? Kok kecil amat?? Kuat gak ya?? Kehempas ombak gak ya?? #think

Bismillah… kalahkan ketakutanmu Nuruuuullll….

Akhirnya kami naik perahu jugaa.. masyaAllah.. ternyata ngeri2 syerem yah… ditengah lautan luas, terombang-ambing di dalam perahu kecil. Dan ternyata Mohammad takut jugaa hahaaa… gak brenti2 dia bertakbir :D. Semakin ke tengah ombaknya semakin gede.

 Mungkin perasaanku saja ya… permukaan air laut tu (yang disamping2 perahu) seperti berada di atas perahu kita. Seperti mau menelan kita2 yang ada didalam perahu. Beberapa menit kemudian tampak pantai berpasir putih dan wuppss… air lautnya berubah… warna birunya berganti dengan warna hijau. Dan jernihnyaaaa…. subhanallah… Air jernih yang hijau ditemani hamparan pasir putih yang lembut dan hangat, di sekelilingi oleh bukit2 gagah nan mempesona. Betapa luar biasa indah alam ciptaanNya.  Ahh… nikmat Allah manalagi yang hendak kita dustakan??

image

Begitu turun dari perahu, Aku dan Mohammad segera berlari mencari posisi bagus untuk berfoto hehe… tak lupa memantau si unyil Nay yang sedang bermain dengan temannya. Waktu itu kami tak banyak ambil foto, teriknya sinar matahari membuat kami memilih untuk mencari tempat yang sedikit teduh dan melepas lelah sambil melihat kawan2 kami yang sedang asyik berenang. Tiba2 Nay datang dan menitipkan jaket beserta sandalnya, dia ingin bermain air juga rupanya.

Belum puas rasanya menikmati keindahan Green Bay, beberapa orang dari rombongan kami menginstruksikan kepada kami untuk segera bergegas karena perahu yang mengangkut kami pulang telah datang. Kamipun bersegera menuju perahu sebelum di serobot sama rombongan bupati hehe…

Sampailah kami di pantai rajegwesi. Kuturunkan Nayla dari perahu, sesaat kemudian dia menagih sandalnya… #jegerrr_dimana sandalnya Nay?? Astaghfirullah aku lupa membawanyaaaa…. seketika itu Nayla menangis histeris… Nayla maafkan tantee… 😥

Alhamdulillah… bisa menikmati Green Bay yang masih alami, semoga kealamiannya akan terus terjaga sampai kedepannya. Agenda selanjutnya adalah berkunjung ke Pulau Merah atau Red Island. Tapi sebelumnya kami mampir dulu di sebuah rumah makan untuk makan siang.

image

Red Island… pulau ini juga tergolong tempat wisata yang masih baru di buka untuk umum. Sama seperti Green Bay, pulau ini baru di perkenalkan pada era Bupati Abdullah Azwar Anas. Ombak di pulau ini cukup besar, cocok untuk pecinta olah raga surfing. Oia kenapa namanya pulau merah? Karena di tengah pantai ini terdapat bukit kecil yang kita bisa kesana apabila air laut sedang surut. Dan bukit ini memiliki tanah berwarna merah namun tak begitu tampak karena tertutup oleh vegetasi hijau.

image

Kali ini Nay kembali ceria,, bermain pasir bersama teman2nya. Matahari tak sepanas waktu di grenn bay, aku dan mohammad duduk berdua beralaskan pasir putih menatap indahnya laut biru dengan diselingi candaan2 khas kami. Bahagia itu sederhana bukan? ^_^

Sinar matahari mulai meredup, menandakan berakhirnya petualangan kami kali ini. Sebelum menuju stasiun kereta Banyuwangi Baru, kami sempatkan mampir di Istana Gandrung, pusat oleh-oleh khas Banyuwangi. Dan alhamdulillah kami dapat rezeki sekotak kue dari ibu Eddy.

Lelah letih lesu (jadi inget nama facebooknya seseorang :D) mungkin itu yang dirasakan semua anggota rombongan tour de Banyuwangi, termasuk saya. Dan karena kursi tunggu terbatas jadi sebagian dari kami duduk disembarang tempat yang dirasa nyaman untuk melepas lelah sembari menunggu kereta datang. Alhamdulillah pukul 22.00 wib kereta siap berangkat membawa kami menuju kota pahlawan.

#Ada yang tanya Nay kemana gak? Dia sudah dijemput ibu dan utinya di stasiun ^_^

Tinggalkan komentar