Pasi Sahlberg

Ruang seminar di gedung Ellen Wilkinson dipenuhi cahaya musim gugur yang hangat, membuat suasana terasa syahdu. Aku duduk dengan buku catatan setengah penuh, mencatat ide-ide tentang reformasi kebijakan pendidikan dunia. Sebelum seminar, ada baiknya kita harus banyak membaca jika tidak ingin terlihat seperti orang yang tidak tahu apa-apa di dalam forum. Kuliah di kampus kami … Lanjutkan membaca Pasi Sahlberg

Membaca Data, Menemukan Cerita

Tulisan ini terinspirasi dari pertanyaan salah seorang rekan guru, "Jadi kapan terakhir anak-anak diberikan kesempatan untuk menuntaskan tugasnya biar bisa Ijin Bermalam?" Di sekolah, data sering dipandang sebatas angka: nilai ulangan, hasil ujian, atau grafik kehadiran. Namun, di balik angka-angka itu sebenarnya tersembunyi kisah yang lebih luas tentang bagaimana seorang anak belajar, berjuang, dan berkembang. … Lanjutkan membaca Membaca Data, Menemukan Cerita

Kursi Untuk Guru Putri

Dalam rapat-rapat sekolah, saya sering memperhatikan pola yang berulang: kursi dan meja diskusi di bagian depan biasanya terisi oleh guru putra, sementara guru putri duduk berbaris di belakang. Saya tidak tahu kenapa, yang jelas saya tidak mau terjebak pada bias saya sebagai guru putra. Mungkin, bukan semata-mata karena mereka enggan, melainkan karena meja diskusi yang … Lanjutkan membaca Kursi Untuk Guru Putri

Umpan Balik (Feedback) Untuk Meminimalisasi Musibah dalam Pembelajaran

Dalam kehidupan, musibah seringkali dikaitkan dengan bencana alam, kehilangan orang tercinta, atau berbagai bentuk kesialan yang menimpa diri kita. Namun, sesungguhnya musibah tidak hanya sebatas itu. Dalam dunia profesional, dan bagi kita sebagai pendidik, musibah juga bisa hadir dalam bentuk yang tidak kasat mata namun sangat bermakna: ketika kita belum mampu mengantarkan peserta didik mencapai … Lanjutkan membaca Umpan Balik (Feedback) Untuk Meminimalisasi Musibah dalam Pembelajaran

Matikan “Lonceng (Bel)” Sekolah

Lonceng Perdamaian Hiroshima Pernahkah kita menyadari bahwa perkembangan intelektual siswa saat ini lebih banyak didikte oleh corporate time—ritme waktu kapitalistik yang diadaptasi ke dalam sistem pendidikan? Lonceng sekolah bukan sekadar pengatur jadwal, melainkan replika dari shift time di pabrik-pabrik industri, membentuk siswa menjadi calon pekerja yang patuh pada disiplin waktu ketimbang pemikir merdeka. Paulo Freire dalam Pedagogy of the … Lanjutkan membaca Matikan “Lonceng (Bel)” Sekolah