Sekitar pukul 22.00 waktu Singapura kami tiba di hotel tempat kami tinggal. Sebelum kami masuk ke kamar, kami duduk di lobi hotel. Mencoba mendinginkan kaki yang mulai panas. Ku lihat di depan lobi hotel ada 3 buah komputer desktop yang disewakan. Aku menghubungi resepsionis hotel, izin untuk menggunakan komputer tersebut. Tujuannya hanya satu “Upload Foto … Lanjutkan membaca Singapore (Part 8) : Sarapan Ala Backpacker
Singapore (Part 7): Singapore River dan Mbah Man
(Flash Back: Ketika berada di Jepang, aku bertemu kakek tua yang bekerja sebagai petugas kebersihan sekolah bahasa Jepang yang aku kunjungi. Salah seorang temanku memanggilnya mbah Man -dibaca Man seperti pada kata Rahman-. Tak ayal petugas kebersihan yang tua itu hanya mengangguk-angguk saja karena tidak mengerti bahasa yang kami gunakan. Dan baru aku tahu ketika … Lanjutkan membaca Singapore (Part 7): Singapore River dan Mbah Man
Singapore (Part 6): Tragedi Louis Vuitton
Setelah kami berkeliling Vivo City dan mencoba naik bus namun entah kenapa kartu STP kami senantiasa ditolak kemudian ada mbak-mbak Indoa petugas loket menjelaskan bahwa kartu STP kami hanya bisa digunakan untuk naik bus tertentu saja yang kami tidak akan mengerti akhirnya kami memutuskan bahwa… Okeh fix… kita bakalan keliling Singapura by MRT saja. Tujuan … Lanjutkan membaca Singapore (Part 6): Tragedi Louis Vuitton
Singapore (Part 5): Nasi Lemak, mana lemaknya?
Jalan kaki dengan kaki lecet memang luar biasa. Perutpun mulai kelaparan. Setelah se sebuah hostel. Sesampai di hotel kami langsung menuju sofa yang lagi tidak berpenghuni. Merebahkan tubuh di sana. Sambil menunggu pukul 14.00 waktu Singapura. Untuk hari pertama kami menginap di hostel. Hostel merupakan sebutan untuk hotel para backpacker. Ciri-ciri dari hostel ini sangat … Lanjutkan membaca Singapore (Part 5): Nasi Lemak, mana lemaknya?
Singapore (Part 4): Lelah Letih Lesu Little India
Sepanjang lorong-lorong kami melihat banyak penjual makanan khas India. Baunya semerbak. Tidak jauh dari toko makanan itu berjejer pedagang kaki lima mejual rangakaian bunga-bunga untuk pemujaan, aroma wangi bunganya juga menusuk ke hidung mungkin karena kau tidak terbiasa dengan bau-bau ini saja. Tak sedikit dari pedagang-pedagang itu yang menghidupkan dupa menambah ke khasan wilayah Little … Lanjutkan membaca Singapore (Part 4): Lelah Letih Lesu Little India