Permen

Sulastri mendapati anaknya, Poniman, sudah dalam tahap parah kecanduan permen. Gigi anak berusia 6 tahun itu sudah gigis parah. Ibunya khawatir. Seribu satu cara sudah dilakukan. Bahkan dokter gigipun gagal menyadarkan anaknya untuk berhenti mengkonsumsi permen. Sulastripun pasrah, setelah usaha-usaha lahiriyah ia lakukan demi anaknya berhenti mengkonsumsi permen, ia ingin mencoba usaha alternatif, usaha batiniyah. … Lanjutkan membaca Permen

PAS (Penilaian Akhir Semester)

Setiap kali berpapasan dengan siswa, sebisa mungkin saya berusaha untuk menyapa mereka dan setidaknya bertanya apa yang ingin mereka katakan mengenai pembelajaran yang terima. Tanpa terkecuali, hari itu saya bertemu Nanda (bukan nama asli). Jumat adalah hari terakhir Penilaian Akhir Semester. Mata pelajaran yang diujikan adalah Matematika. Saya menyapa dia dengan menggunakan bahasa Inggris. Saya … Lanjutkan membaca PAS (Penilaian Akhir Semester)

Jancok

Di mata orang-orang Jawa Timur, terutama Surabaya, kata ini bisa memiliki makna yang beragam. Ia bisa digunakan untuk sapaan seorang sahabat kepada temannya, ia juga bisa sebaliknya menjadi sebuah ekspresi kemarahan. Namun, ketika mereka ditanya tentang makna dibalik kata tersebut, masih banyak yang belum tahu, atau mungkin lebih banyak orang yang belum mencari tahu. Sialnya, … Lanjutkan membaca Jancok

Cerita 8. Kepanasan

Sesampainya di hotel, punggungku terasa perih. Penyakit lama bersemi kembali. Biang keringat. Padahal cuaca di Tokyo tidak begitu panas. Hujan gerimis hampir menemani sepanjang perjalanan kami seharian ini. Aku meminta Nurul melihat kondisi punggungku. Ia menggambarkan betapa merahnya punggungku. Kalau di rumah, ia biasanya akan mengoleskan bedak kulit ke bagian tubuh yang terserang biang keringat. … Lanjutkan membaca Cerita 8. Kepanasan