Keasyikan mengelilingi kota Metropolitan Tokyo membuat kami lupa bahwa kami belum istirahat sama sekali. Entah sudah berapa kilometer rute yang kami tempuh mulai pagi. Padahal jam sudah menunjukkan pukul tiga sore dan kami belum shalat. Selama perjalanan hari itu, kami belum menemukan tempat yang pas untuk shalat. Hampir semua sudut kota ini penuh dengan keramaian. … Lanjutkan membaca Cerita 7. Tokyo Cami
Uncategorized
Cerita 6. Bertemu Hachiko
Crepes sudah di habiskan. Tujuan berikutnya yang paling dekat adalah sebuah simpang jalan terpadat di Tokyo. Shibuya Crossing. Dalam angan, sudah terjadwalkan bahwa di sana saya akan mengambil foto yang bagus dengan latar orang-orang yang sedang menyeberang jalan, meskipun ada khekhawatiran bahwa juru kamera saya (baca: Nurul) kurang berpengalaman. Jarak dari Takeshita street tidak begitu … Lanjutkan membaca Cerita 6. Bertemu Hachiko
Cerita 5: Crepes Jepang
Setelah puas berkeliling Odaiba, kami melanjutkan perjalanan menuju Harajuku. Harajuku terkenal dengan pusat perbelanjaan pakai-pakaian ala-ala tokoh komik jepang atau lebih sering dikenal dengan istilah cosplay. Untuk menuju ke sana, dan karena akses yang kami miliki adalah Toei Day Pass, kami tidak bisa berhenti di stasiun Harajuku yang lokasinya tepat di depan Takeshita Street. Stasiun … Lanjutkan membaca Cerita 5: Crepes Jepang
Cerita 4: Terimakasih Fuji TV
Di stasiun Morishita, kami berpindah jalur ke Oedo line untuk menuju ke stasiun Monzen Nakacho. Meskipun pindah, suasana kereta masih sama dengan sebelumnya, penuh dan sesak. Memang kereta-kereta ini adalah transportasi utama penduduk Tokyo. Selain cepat dan bebas macet, tarifnya juga relatif lebih murah jika dibandingkan dengan memiliki kendaraan pribadi, karena selain asuransi dan pajak … Lanjutkan membaca Cerita 4: Terimakasih Fuji TV
Cerita 3: Rush Hour
Keesokan harinya … Setelah menikmati onigiri rasa telur ikan salmon (mentah), kami kapok untuk membeli onigiri dengan campuran apapun itu. Yang kami cari adalah salted onigiri. Nasi plus garam. Aman dan halal. Ditambah telur rebus. Dan tak lupa teh tarik. Harga sekali makan untuk menu tersebut sekitar 250 - 300 Yen. Agar lebih variatif, terkadang … Lanjutkan membaca Cerita 3: Rush Hour