Singapore (Part 4): Lelah Letih Lesu Little India

Sepanjang lorong-lorong kami melihat banyak penjual makanan khas India. Baunya semerbak. Tidak jauh dari toko makanan itu berjejer pedagang kaki lima mejual rangakaian bunga-bunga untuk pemujaan, aroma wangi bunganya juga menusuk ke hidung mungkin karena kau tidak terbiasa dengan bau-bau ini saja. Tak sedikit dari pedagang-pedagang itu yang menghidupkan dupa menambah ke khasan wilayah Little … Lanjutkan membaca Singapore (Part 4): Lelah Letih Lesu Little India

Singapore (Part 3): MRT dan bunc@radius hostel

ah… akhirnya tibalah kita di Terminal 2 Bandara Changi. Setelah keluar dari Sky Train kami ikuti saja terus petunjuk yang mengarahkan kita ke “train”. Train di sini berarti MRT atau Mas Raden Toyib… hehehehe… bukan itu berarti Mass Rapid Transportation. Seperti kereta api tapi dijalanin ama komputer dan bisa mengangku orang banyak. Untuk mempermudah transportasi … Lanjutkan membaca Singapore (Part 3): MRT dan bunc@radius hostel

Singapura: Part 2 (Bandara Changi)

Pengumuman dari pilot membangunkanku. Pengumuman yang tidak begitu jelas. Tapi aku bisa mengira dengan keterampilan imajinasiku bahwa pilot sedang berkata bahwa tak lama lagi kita akan mendarat dan segera kencangkan sabuk kursi (seat belt). Ternyata benar, setelah satu setengah jam yang ku lihat hanya awan dan cahaya matahari yang menyilaukan, dari jendela pesawat mulai nampak … Lanjutkan membaca Singapura: Part 2 (Bandara Changi)

Singapura : Part 1 (The Power of Tergesa-gesa)

02.30 Taksi Burung biru saya hubungi dan sang operator bilang akan mencarikan kami carikan taksi terdekat. Hingga pukul 03.15 tak ada suara mesin mobil yang melintas di depan rumah kami. Taksi tak kunjung datang dan tidak ada konfirmasi sama sekali. Sepersekian detik aku memutuskan “Mari naik motor ke bandara dan motor kita titipkan di sana.” … Lanjutkan membaca Singapura : Part 1 (The Power of Tergesa-gesa)