Crepes sudah di habiskan. Tujuan berikutnya yang paling dekat adalah sebuah simpang jalan terpadat di Tokyo. Shibuya Crossing. Dalam angan, sudah terjadwalkan bahwa di sana saya akan mengambil foto yang bagus dengan latar orang-orang yang sedang menyeberang jalan, meskipun ada khekhawatiran bahwa juru kamera saya (baca: Nurul) kurang berpengalaman. Jarak dari Takeshita street tidak begitu … Lanjutkan membaca Cerita 6. Bertemu Hachiko
Uncategorized
Cerita 5: Crepes Jepang
Setelah puas berkeliling Odaiba, kami melanjutkan perjalanan menuju Harajuku. Harajuku terkenal dengan pusat perbelanjaan pakai-pakaian ala-ala tokoh komik jepang atau lebih sering dikenal dengan istilah cosplay. Untuk menuju ke sana, dan karena akses yang kami miliki adalah Toei Day Pass, kami tidak bisa berhenti di stasiun Harajuku yang lokasinya tepat di depan Takeshita Street. Stasiun … Lanjutkan membaca Cerita 5: Crepes Jepang
Cerita 4: Terimakasih Fuji TV
Di stasiun Morishita, kami berpindah jalur ke Oedo line untuk menuju ke stasiun Monzen Nakacho. Meskipun pindah, suasana kereta masih sama dengan sebelumnya, penuh dan sesak. Memang kereta-kereta ini adalah transportasi utama penduduk Tokyo. Selain cepat dan bebas macet, tarifnya juga relatif lebih murah jika dibandingkan dengan memiliki kendaraan pribadi, karena selain asuransi dan pajak … Lanjutkan membaca Cerita 4: Terimakasih Fuji TV
Cerita 3: Rush Hour
Keesokan harinya … Setelah menikmati onigiri rasa telur ikan salmon (mentah), kami kapok untuk membeli onigiri dengan campuran apapun itu. Yang kami cari adalah salted onigiri. Nasi plus garam. Aman dan halal. Ditambah telur rebus. Dan tak lupa teh tarik. Harga sekali makan untuk menu tersebut sekitar 250 - 300 Yen. Agar lebih variatif, terkadang … Lanjutkan membaca Cerita 3: Rush Hour
Cerita 2: Onigiri
Sehabis bersihkan badan dan shalat, waktu menunjukkan pukul 19.00. Tokyo, kota metropolitan yang super sibuk ini tidak mungkin bisa dijelajahi keseluruhannya dalam waktu lima hari. Yang bisa kami kerjakan adalah mengoptimalkan waktu yang kami punya untuk mengunjungi tempat-tempat yang memang mainstream para pelancong pergi ke sana. Kebetulan lokasi hotel tidak begitu jauh dari pusat elektronik … Lanjutkan membaca Cerita 2: Onigiri