Tulisan ini terinspirasi dari pertanyaan salah seorang rekan guru, "Jadi kapan terakhir anak-anak diberikan kesempatan untuk menuntaskan tugasnya biar bisa Ijin Bermalam?" Di sekolah, data sering dipandang sebatas angka: nilai ulangan, hasil ujian, atau grafik kehadiran. Namun, di balik angka-angka itu sebenarnya tersembunyi kisah yang lebih luas tentang bagaimana seorang anak belajar, berjuang, dan berkembang. … Lanjutkan membaca Membaca Data, Menemukan Cerita
Penulis: Mochammad Salahuddin Thalut
Kursi Untuk Guru Putri
Dalam rapat-rapat sekolah, saya sering memperhatikan pola yang berulang: kursi dan meja diskusi di bagian depan biasanya terisi oleh guru putra, sementara guru putri duduk berbaris di belakang. Saya tidak tahu kenapa, yang jelas saya tidak mau terjebak pada bias saya sebagai guru putra. Mungkin, bukan semata-mata karena mereka enggan, melainkan karena meja diskusi yang … Lanjutkan membaca Kursi Untuk Guru Putri
Umpan Balik (Feedback) Untuk Meminimalisasi Musibah dalam Pembelajaran
Dalam kehidupan, musibah seringkali dikaitkan dengan bencana alam, kehilangan orang tercinta, atau berbagai bentuk kesialan yang menimpa diri kita. Namun, sesungguhnya musibah tidak hanya sebatas itu. Dalam dunia profesional, dan bagi kita sebagai pendidik, musibah juga bisa hadir dalam bentuk yang tidak kasat mata namun sangat bermakna: ketika kita belum mampu mengantarkan peserta didik mencapai … Lanjutkan membaca Umpan Balik (Feedback) Untuk Meminimalisasi Musibah dalam Pembelajaran
Matikan “Lonceng (Bel)” Sekolah
Lonceng Perdamaian Hiroshima Pernahkah kita menyadari bahwa perkembangan intelektual siswa saat ini lebih banyak didikte oleh corporate time—ritme waktu kapitalistik yang diadaptasi ke dalam sistem pendidikan? Lonceng sekolah bukan sekadar pengatur jadwal, melainkan replika dari shift time di pabrik-pabrik industri, membentuk siswa menjadi calon pekerja yang patuh pada disiplin waktu ketimbang pemikir merdeka. Paulo Freire dalam Pedagogy of the … Lanjutkan membaca Matikan “Lonceng (Bel)” Sekolah
Prioritas Kebijakan Pendidikan Indonesia di Masa Efisiensi
Sebagai bagian dari efisiensi besar-besaran yang dilakukan oleh pemerintahan Amerika Serikat, Donald Trump baru saja mengeluarkan mandat untuk menghapus Departemen Pendidikan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi birokrasi dan mengalihkan tanggung jawab pendidikan ke tingkat negara bagian, sehingga dana pendidikan dapat digunakan lebih efisien dan tepat sasaran. Meskipun tidak ada kaitan langsung dengan pendidikan di Indonesia, … Lanjutkan membaca Prioritas Kebijakan Pendidikan Indonesia di Masa Efisiensi